Sabtu, 02 Januari 2016



Hari ini tepat sebelas bulan saya menjalani masa magang setelah dinyatakan diterima menjadi CPNS di Direktorat Jenderal Pajak melalui seleksi rekrutmen umum. Waktu sebelas bulan memang waktu yang tidak sebentar, mengingat setiap hari saya diliputi rasa penasaran dimana nanti saya akan ditempatkan secara definitif. Haha ngeri juga si kalo dapet daerah di remote area, cuman ya gimana lagi? Dulu waktu pemberkasan sudah menandatangani surat pernyataan siap ditempatkan dimana saja, seluruh Indonesia, jadi ya harus siap. Ketakutan akan penempatan ini tidak hanya dialami oleh saya saja lho, rata-rata bahkan semua temen saya seangkatan merasakan hal yang sama dengan saya, bahkan ada yang cerita sampe kebawa mimpi. Haha... saya juga ngalamin kalo yang ini (bahkan serem banget mimpi penempatannya). Disaat-saat menunggu pengumuman penempatan seperti ini alangkah baiknya jika kita berdoa memohon untuk ditempatkan di tempat yang terbaik. Dan yakin saja dimanapun itu pasti Allah selalu memberikan yang terbaik. Aamiin.

Internalisasi Pegawai Baru Direktorat Jenderal Pajak di Istora Senayan, Jakarta


Oya, sebelumnya perkenalkan nama saya Dadang Nurcahyo. Alumni salah satu PTS di Yogyakarta. Saya termasuk salah satu orang yang berhasil lolos dalam seleksi rekrutmen umum CPNS Kementerian Keuangan tahun 2014. Waktu itu saya ikut seleksi di kota Yogyakarta, karna memang saya berasal dari Jogja. Di tahun 2014 seleksi CPNS Kemenkeu dilaksanakan di 5 kota besar yakni Medan, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Setelah dinyatakan diterima dan melalui tahap pemberkasan di Jakarta, pengumuman tempat magang pun diumumkan. Waktu itu diumumkan sekitar bulan Januari akhir, dan Februari awal sudah harus berada di tempat magang. Waktu saya cari nama saya di pengumuman itu, dan akhirnya tertulis “Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Wonocolo”. Itu artinya saya harus ke Surabaya. Padahal waktu ada pemilihan tempat magang saya memilih Kantor Pajak yang ada di Jogja. Haha, gakpapa juga sih cuman waktu itu kaget aja.Konon katanya jika sudah bekerja di Direktorat Jenderal Pajak harus selalu siap.

Gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I

Singkat cerita, saya kemudian berangkat menuju Surabaya dan mencari tempat kost. Disini saya sempat ketipu sama taksi yang mangkal di depan stasiun. Saya harus membayar Rp 120.000 untuk ongkos dari Stasiun Gubeng sampe daerah Jagir-Wonokromo. Itu salahnya kalo ga pake argo. haha.. padahal kalo pake argo cuma habis Rp 40.000. yah gakpapa lah buat pengalaman. Akhirnya saya mendapatkan sebuah kamar kost yang letaknya tidak jauh dari kantor, paling 5 menit jalan kaki.

Hari demi hari saya lalui di Surabaya, menjadi anak magang di KPP Pratama Surabaya Wonocolo. Banyak ilmu yang saya dapatkan di kantor ini. Suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan, kehangatan dan keramahan para pegawainya membuat betah dan nyaman untuk belajar tentang pajak disini.  Untuk cerita bagaimana saya menjalani magang di kantor ini akan saya ceritakan nanti. Dan tanpa terasa 11 bulan telah berlalu, kabar penempatan pun belum juga diumumkan. Yah, saya cuma bisa berdoa supaya mendapatkan penempatan definitif yang terbaik. Oya, Ngomong-ngomong Surabaya panas rek...
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

2 komentar:

  1. Halo mas Dadang, boleh minta CP nya buat tanya-tanya seputar rekruitmen umum kemenkeu nggak ?
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga. maaf ya baru sempat balas. Bisa, invite aja BBM 5F64D0F4

      Hapus